Sekadau.Radarinvestigasi.com ||Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kecamatan Nanga Taman kab.sekadau kembali menjadi sorotan tajam. Proyek senilai Rp190 juta lebih per titik ini, yang seharusnya dikelola secara swakelola oleh kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), diduga kuat dikendalikan oleh pihak ketiga.
Tim Investigasi di lapangan menyoroti bahwa skema swakelola yang menjadi esensi program P3-TGAI terancam menjadi formalitas belaka.
Fakta di lapangan menunjukkan banyak pekerjaan justru dikuasai dan dikerjakan oleh pihak luar kelompok, sebuah praktik yang secara terang-terangan melanggar aturan Kementerian Pekerjaan Umum.
Aturan tersebut mewajibkan P3-TGAI dilaksanakan secara mandiri oleh P3A, bukan dialihkan kepada Pemborong atau pihak ketiga.
Kami telah mendeteksi indikasi ini Jika terbukti, pihak ketiga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum
lemahnya pengawasan dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Kalbar (BWSK 1) Kalbar membuka celah praktik penyimpangan.
Padahal, kedua lembaga ini memiliki peran vital dalam memastikan dana APBN digunakan sesuai ketentuan.
Kami minta aparat penegak hukum (APH), mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga inspektorat, untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif. Dugaan keterlibatan pihak ketiga dianggap sebagai pintu masuk praktik penyelewengan anggaran negara.
Jika proyek yang seharusnya untuk petani justru dikuasai pihak luar, jelas ada indikasi permainan. Kami meminta APH mengusut tuntas dan menindak tegas siapa pun yang terlibat
Informasi yang dihimpun di lapangan dan menurut salah satu kelompok tani menyebutkan adanya seorang Pemborongan berinisial “KK” yang diduga menguasai beberapa kegiatan program pekerjaan swakelola P3-TGAI di Kecamatan Nanga Taman tersebut .
Sosok ini disebut-sebut sebagai “toke” yang mengurus pembangunan irigasi di beberapa Titik yang berlokasi di Kecamatan Nanga Taman kab.sekadau kalbar
Dugaan ini semakin memperkuat keyakinan publik bahwa P3-TGAI telah dipolitisasi demi kepentingan segelintir pihak.
Saat dikonfirmasi melalui pesan whatshap Tidak ada tanggapan
Hingga berita inI diturunkan, pihak BWSK 1 Kalbar belum memberikan keterangan lebih lanjut. (Tim)











