IMG-20191017-WA0053

Paham Radikalisme Rambah Medsos, Polres Soppeng Gandeng Pemda Gelar Sosialisasi

Soppeng, Radar IT – Guna Menangkal Paham Radikalisme dan penggunaan Sosmed yang beretika Polres Soppeng bekerjasama dengan Pemda Soppeng gelar Sosialisasi Hukum, Kamis (17/10/2019)

IMG-20191017-WA0057-700x375

Panitia pelaksana dalam kegiatan ini adalah Kabag Sumda Polres Soppeng dan Humas Pemda Soppeng.

Pemberi materi dalam giat sosialisasi ini adalah, Kapores Soppeng Akbp Dedi Dewantho, Kajari Soppeng, Kemenag, Dandim 1423 Soppeng serta Kasat Reskrim Polres Soppeng.

Dalam Sosialisasi ini, para pemateri Fokus pada pencegahan Paham Radikalisme dan penggunaan Media Sosial yang beretika.

Masing masing pemateri mengangkat segi upaya dan pencegahan

Kapolres Soppeng memberikan materi tentang Upaya Pencegahan Paham Radikalisme dan Paham Terorisme, sedangkan Kajari Soppeng memberi materi tentang Penegakan Hukum Pelaku Paham Radikalisme dan Terorisme.

Untuk Dandim Soppeng, ia lebih kepada Upaya Mencegah dan Menangkal Paham Radikalisme dan Kemenag sebagai salah satu bagian pemerintahan memberikan upaya terhadap pencegahan Paham Radikalisme

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Rujianto Poernomo memberi materi dari segi hukum
Penggunanaan Sosmed yang Beretika dan pemaparan tentang UU ITE.

Dalam pemaparan Kapolres Soppeng menegaskan, Radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis

Olehnya itu kata Kapolres, mari kita merapatkan barisan dan bersama sama menjaga persatuan dan kesatuan dengan tidak mudah menerima Informasi yang akan memecah belah persatuan kita.

“Paham radikalisme ini bisa kita tanggulangi dengan bekerjasama dengan seluruh komponen yang ada dalam masyarakat,” tutup Kapolres

Sementara Bupati Soppeng diwakili oleh Sekda A. Tenri Sessu memaparkan tentang gerakan radikalisme, terorisme melalui media Sosial

“Sebagaimana kita sadari bersama bahwa dewasa ini, gerakan radikalisme dan penggunaan media sosial yang tidak Beretika telah merebak diberbagai penjuru dunia termasuk di Indonesia yang menimbulkan keprihatinan dan kekhawatiran kita semua,” kata A. Tenri

Mengingat kata Sekda, gerakan tersebut dilakukan dengan cara-cara kekerasan dalam mengusung perubahan yang diinginkan. Karena kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan tersebut dalam tempo singkat dan secara drastis serta bertentangan dengan sistema sosial yang berlaku.

Bagi kita bangsa Indonesia tambah dia, maka gerakan tersebut tentu saja sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila sehingga diperlukan upaya sungguh-sungguh dalam memerangi faham tersebut.

Dalam rangka penyebaran gerakan radikalisme ditanah air, menurutnya, berbagai cara atau propoganda- propoganda mereka lakukan untuk merekrut masyarakat diantaranya melalui media sosial.

Oleh karena itu ungkap A. Tenri Sessu, dibutuhkan kewaspadaan dini dari seluruh komponen anak bangsa untuk bersatu padu, baik umara (pemerintah), Ulama, Tokoh Agama maupun warga masyarakat sendiri dalam menangkal setiap pergerakan atau propoganda-propoganda dari gerakan radikalisme tersebut, dengan mengenali berbagai ciri-ciri teroris khususnya yang bekerja di media sosial.

Adapun salah satu cirinya beber A. Tenri, yaitu, suka menyalahkan aparat hukum bila terjadi tindakan terorisme. Padahal aparat hukum adalah garda terdepan membendung tindakan teroris.

Akan tetapi bebernya, para teroris media sosial, mereka memutarbalik keadaan. Teroris pengebom bunuh diri dianggap korban konspirasi, sedangkan aparatlah yang menjadi sutradara terorismenya.

Dalam menyikapi paham radikalisme dan penggunaan media sosial yang tidak beretika, maka Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi timbulnya ajaran-ajaran semacam ini, jelasnya

Namun demikian paparnya, tentu saja sangat dibutuhkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak, sehingga apabila ditemukan adanya indikasi merebaknya ajaran radikalisme didaerah ini dapat tertangani secara efektif.

Oleh karena itu pinta Sekda, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Badan Kesbangpol Kab. Soppeng yang telah menggagas Sosialisasi ini serta kepada seluruh peserta sosialisasi, semoga melalui acara sosialisasi ini akan menyatukan langkah dan komitmen kita bersama dalam memerangi gerakan radikalisme dan media sosial yang dapat timbul di daerah ini. (AT)