Screenshot_20191030-002318_1-700x400

Pangdam VI/Mlw Buka Acara Sosialisasi UU ITE dan Bahaya Paham Radikalisme di Jajaran Kodam VI/Mlw

Balikpapan, radarinvestigasi.com -Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto dengan didampingi Kasdam VI/Mlw Brigjen TNI Richard Tampubolon membuka acara sosialisasi Undang-Undang No 11 tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan bahaya paham radikalisme di jajaran Kodam VI/Mlw

Sosialisasi ini digelar untuk memberikan pengetahuan kepada para prajurit dalam menggunakan media sosial (medsos) dengan bijak serta dampaknya bagi yang salah dalam penggunaannya

Screenshot_20191030-002417_1-700x400

Selain terkait UU ITE, sosialisasi ini juga digelar untuk pencegahan terhadap bahaya paham radikalisme dikalangan prajurit serta keluarganya

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Pakar Teknologi Informasi, Sylvia Efi Widyantari Sumarlin serta dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Ir. Hamli, ME.

Screenshot_20191030-002514_1-700x400

Dalam sosialisasi ini di ikuti seluruh Komandan Satuan dan para Kabalak di jajaran Kodam VI/Mlw serta seluruh Ketua Cabang dan Ranting Persit Kartika Chandra Kirana. Acara berlangsung di Aula Makodam VI/Mlw, Selasa, 29/10/2019

Dalam sambutannya Pangdam VI/Mlw menyampaikan, sosialisasi ini digelar untuk menambah pengetahuan terhadap semua prajurit dan keluarga besar TNI tentang tata cara dalam berkomunikasi menggunakan media sosial (medsos) agar tidak berdampak negatif kepada penggunanya

“Saya berharap semua prajurit TNI di jajaran Kodam VI/Mlw, melalui sosialisasi ini bisa mendapatkan pengetahuan tentang penggunaan medsos dengan bijak maupun dampak negatifnya apabila salah dalam penggunaannya,”kata Pangdam

“Dalam dunia teknologi seperti saat ini dampak negatif yang sering terjadi adalah penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian yang dapat memprovokasi masyarakat. Sehingga diperlukan kesadaran untuk lebih waspada dan bijak dalam menggunakan media sosial,”tambahnya

Terkait dengan bahaya paham radikalisme, Pangdam berpesan kepada para Dansat dan Kabalak serta keluarga besar Kodam VI/Mlw untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran dalam menggunakan media sosial baik dalam keluarga maupun di lingkungan

“Untuk menghindari bahaya paham radikalisme, harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga, gunakan akal sehat setiap menerima informasi negatif terutama dari media sosial. Sehingga tidak mudah terpapar paham radikalisme yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,”ujarnya

Selanjutnya, narasumber dari Pakar Teknologi Informasi, Sylvia Efi Widyantari Sumarlin menyampaikan, tentang tata cara memproteksi media sosial pribadi dan membedakan akun official seseorang dan intitusi dengan melihat simbol contreng biru

“Solusi menggunakan media sosial yang baik adalah dengan tidak terlalu cepat dalam memberikan komentar apabila terdapat opini atau pernyataan seseorang di media sosial, sebaiknya diverifikasi dulu informasi yang diterima. Hal itu akan membuat kita lebih bijak dalam berkomunikasi menggunakan media sosial,”jelasnnya

Sementara itu Brigjen Pol Ir. Hamli, ME, selaku narasumber dari BNPT menjelaskan, bahwa proses tahapan seseorang bisa terpengaruh radikalisme berdasarkan indikasi perilaku kehidupan sehari-hari seseorang

“Pencegahan menyebarnya paham radikalisme menjadi tugas kita semua, terutama di mulai dari lingkungan keluarga kita sendiri,” ujar jenderal bintang satu tersebut

Sementara itu, Kapendam VI/Mlw Kolonel Kav Dino Martino yang turut hadir dalam sosialisasi tersebut  mengatakan, bahwa kegiatan sosialisasi untuk menambah pengetahuan kepada para Komandan Satuan. Selanjutnya  akan di sosialisasikan kepada para prajurit di satuannya masing-masing dan keluarganya

“Hal itu untuk menghindari terjadinya pelanggaran dalam penggunaan media sosial. Saya juga mengingatkan kepada prajurit dan PNS agar selalu bijak dalam menggunakan maupun dalam menyikapi segala informasi yang ada di media sosial,”ujar Kapendam. (Fzi)

Sumber : Pendam VI/Mlw