Para Tokoh Aliansi Serikat Pekerja di Kabupaten Serang Tolak Aksi “People Power”

SERANG, Radar IT – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) 1973 Kabupaten Serang, Banten serta sejumlah tokoh Aliansi Pekerja di Kabupaten Serang, Banten, menilai ajakan aksi ” People Power” meresahkan masyarakat.

Ajakan aksi tersebut banyak diserukan dan tersebar melalui sejumlah media sosial, menjelang diumumkannya hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU RI pada 22 Mei mendatang.

Sejumlah tokoh Aliansi Serikat Pekerja di Kabupaten Serang secara tegas, menolak aksi people power. Menurutnya, aksi tersebut merupakan tindakan kurang tepat, dan menyerahkan semua hasil tahapan pemilu kepada yang berwenang yakni KPU.

Para tokoh Aliansi Serikat Pekerja mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Serang, Banten untuk saling menjaga ketertiban dan kenyamanan, terlebih pada bulan suci Ramadhan ini.

“Mari kita percayakan hasil pemilu 2019 kepada petugas penyelenggara pemilu atau KPU. Bila tidak puas, silahkan menyelesaikan permasalahan sesuai aturan yang berlaku,” tutur Wakil Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) 1973 Kab. Serang, Heri, ketika di temui di Sekretariat KSPSI 1973 Kab. Serang di PT. Shinta Woo Sung, Kecamatan Kopo Kabupaten Serang, Rabu (15/5/2019).

Imbauan senada juga datang dari Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSPKEP) Kab. Serang, Argo Priyo Sujatmiko. Menurutnya, people power ini berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Argo mengajak para teman – teman buruh maupun tokoh Serikat Buruh khususnya di Kabupaten Serang, Banten untuk tidak terpancing terhadap ajakan yang bisa mengancam keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila ini.

“Mari kita jaga kerukunan demi keutuhan NKRI dan yang berlandaskan Pancasila,” ujar Argo.

Sementara itu, Ketua Forum Serikat Pekerja Cikande Kopo & Jawilan (Forum Cikoja ) Kab. Serang juga memberi pernyataan penolakan adanya gerakan people power.

A. Rizal Peni menjelaskan, gerakan tersebut bisa memecah kesatuan antar umat beragama.

“Saya khawatir dengan gerakan itu (people power), kesatuan dan persatuan akan terpecah,” ujar A. Rizal Peni. (Ags/Red)