IMG-20191122-WA0009-700x385

Pelaku Pengrusakan Pura di Desa Grandeng di Tangkap Polisi

Namlea, Radar IT – Puput Riyadi alias Puput, pemuda berusia 35 tahun asal Bayuwangi Kecamatan Waeapo, Desa Grandeng Kabupaten Buru ditangkap aparat Kepolisian Polres Pulau Buru karena menghancurkan 4 patung Hindu, Jumat, (22/11/2019)

IMG-20191122-WA0008-700x385

Seusai menghancurkan ke 4 patung tersebut, Puput tak sempat kabur, polisi akhirnya menangkapnya dan memerikasanya lebih lanjut.

Mengutip laporan polisi Polres Pulau Buru “Peristiwa itu terjadi Pada hari senin kemarin 18 November 2019 pukul 10.30 Wit, di Desa Grandeng Lolong gubah Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru.

Peristiwa itu terjadi Lantaran puput merasa dirinya kecewa sakit hati lantaran upah Rehap Pura yang diterima tak sebanding dengan pekerjaan yang ia kerjakan.

Tak menunggu lama, Puput lansung pergi kerumah Suroto untuk mengambil kunci rumah ibadah untuk melampiaskan kekecewaannya.

Saat puput mendapat kunci ia lansung menuju ketempat rumah ibadah untuk menghancurkan beberapa patung yang mana patung tersebut telah ia rehap sebelumnya.

Puput akhirnya menjadi tersangka kasus pengrusakan Patung hindu yang mana merupakan kepercayaan orang hindu.

Puput tanggkap polisi pada hari kamis kemarin 21/11, ia dijerat Pasal 156a KUHP, 406 ayat (1) KUHP Tentang Kejahatan Terhadap Ketertiban Umum dan Atau Pengurusakan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara”,ungkap kasat Reskrim polres Pulau Buru. AKP Uspril W.F.,S.Sos.,MH yang di benarkan oleh Kasubag Humas polres Pulau Buru. IPDA Zulkifli Asril S.IP. saat di konfirmasi di Ruangannya.

Laporan, Fer.