P_20191028_084948_1-700x400

Pembebasan Lahan Bendungan Marang Kayu 12 Tahun Belum Terealisasi

Marang Kayu, radarinvestigasi.com – Pembebasan lahan untuk pembangunan bendungan Marang Kayu yang sudah dirintis sejak 2007 atau sejak 12 tahun silam sampai saat ini juga terealisasi

Menurut Toto (50) salah seorang warga kilo 10 Desa Sebuntal yang terdampak proyek pembangunan bendungan Marang Kayu saat ditemui media ini, mengungkapkan, sebagai warga yang memiliki tanah di proyek ini sangat berharap agar pemerintah secepatnya menyelesaikan pembebasan lahan yang terdampak proyek

“Kami sangat berharap agar secepatnya lahan kami dibebaskan karena semua sudah jelas sudah ada kesepakatan baik itu berupa luas lahan maupun masalah harga,”ujar Toto. 28/10/2019

Apalagi kata Toto, rumah kediaman yang selama ini ditempatinya juga termasuk areal genangan, dan jika bendungan Marang Kayu berfungsi maka perkampungan yang ditempatinya terancam akan tenggelam

“Jika proyek ini berjalan otomatis kampung kami tenggelam, kami harus bagaimana jika itu terjadi, sementara kami belum memiliki uang untuk mencari tempat tinggal,”tegasnya

Untuk diketahui lanjut Toto, di perkampungan kilometer 10 Desa Sebuntal tak kurang dari 100 Kepala Keluarga yang menetapkan disana, kami semua khawatir karena sampai saat ini belum ada kejelasan kapan kami dibayar

“Sejak beberapa tahun lalu kami hanya di janji bahwa akan diganti rugi, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,”ketus Toto

Kepada media ini,Toto mengaku jika dirinya memilik lahan yang termasuk areal genangan proyek bendungan Marang Kayu seluas 8 Hektar

Menanggapi hal tersebut Camat Marang Kayu Rekson Simanjuntak, saat ditemui diruanganya Jumat 1//11/ membenarkan ada kendala pada pembebasan lahan milik warga

“Benar pada proyek bendungan Marang Kayu masih banyak lahan yang belum dibebaskan,”kata Rekson

“Luas areal genangan yang direncanakan sekitar 600 hekyat, sementara realisasi pembebasan lahan sampai dengan tahun 2012 baru 70 hektaran, atau sekitar 12%,”ungkapnya

Menurutnya,kewenangan pembebasan lahan saat ini merupakan tugas PU provinsi, sementara tugas camat adalah memastikan legalitas lahan milik warga

Rekson juga sangat berharap agar pemerintah provinsi maupun daerah agar memperhatikan warga masyarakat yang ada ini kilometer 10 Desa Sebuntal

“Satu RT yang ada kilo 10 lebih 100 Kepala Keluarga (KK) jika genangan mencapai 2 meter maka warga di kilo 10 itu mau ditaruh mana,”ujar Rekson

“Jika Proyek berjalan terus tapi pembebasan lahan tidak diselesaikan itu sama saja menyengsarakan masyarakat,”imbuhnya

Untuk itu Rekson menegaskan agar tidak meresahkan masyarakat pembebasan lahan segera diselesaikan karena penetapan lokasi (Penlok) maupun pengukuran lahan milik masyarakat juga telah selesai,”pungkasnya

Untuk diketahui Bendungan Marang Kayu salah satu proyek nasional yang terletak di Kabupaten Kutai Kertanegara Propinsi Kalimantan Timur

Bendungan ini direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 12.37 M3 dan dapat mengairi lahan seluas 4500 Ha sekaligus mengurangi debit banjir sebesar 0,73 M3/detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 0,45 M3/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 1,35 MW. (Ar)