IMG_20191208_110142-700x390

Pemotongan Upah Karyawan Oleh SPSI Dipertanyakan

Halteng, Radar Investigasi – Puluhan karyawan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Sabtu, (07/12/2019) siang kemarin di Site PT WBN Tanjung Ulie Desa Lelilef Sawai Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah meminta kepada awak media untuk mempertanyakan pemotongan upah/gaji senilai Rp 30.000/bulan.

Puluhan karyawan yang menemui awak media di depan Gedung Pertemuan Graha Informasi menyesalkan kinerja SPSI PT IWIP yang terkesan bekerjasama dengan manajemen perusahaan untuk menikmati upah karyawan yang dipotong Rp 30.000 perbulan itu.

“Bayangkan jumlah karyawan kurang lebih 6000 tenaga kerja, seandainya 5000 orang saja dikalikan 30.000/bulan, upah karyawan yang terkumpul atas pemotongan SPSI sudah berjumlah Rp 150 juta/bulan. Sementara sejauh ini SPSI tak terlihat berpihak pada karyawan kinerjanya dalam aspek pemberhentian karyawan,” kesal karyawan yang minta namanya dirahasiakan, Sabtu, (07/12/2019) siang kemarin.

Pengurus SPSI atau sebutan lain Sarikat Pekerja Seluruh Indonesia ini terkesan tidak berpihak kepada ribuan anggotanya/karyawan. Buktinya, ratusan tenaga kerja/karyawan yang diberhentikan oleh manajemen perusahaan tanpa ada alasan yang jelas serta tidak mengacu pada UU tenaga kerja saja, SPSI tetap bungkam sekaligus tetap acuh seakan tidak ada masalah,” beber sejumlah karyawan kemarin.

Untuk itu, melalui kesempatan ini diminta kepada Instansi terkait untuk secepatnya menyelidiki peruntukan upah karyawan ratusan juta/bulan itu difungsikan untuk apa,” pinta karyawan.

Padahal kata mereka, kami sudah tak menginginkan pengurus SPSI ini. Sebab, terkesan hanya mementingkan kepentingan mereka semata. Diri mereka saja terancam jika membelah anggotanya dari masalah. Untuk itu, hilangkan dan tutup saja SPSI yang tak terkesan memperkaya diri ini.

Meskipun ada pengurus SPSI, harus berada diluar sistim alias bukan karyawan sehingga dapat mengawasi dan membelah anggotanya tanpa merasa tertekan dari pihak perusahaan,” pintah sejumlah karyawan kemarin.

Hingga berita ini ditayangkan berbagai upaya sudah dilakukan guna mendapatkan tanggapan pengurus SPSI. Namun, sejumlah karyawan saja mengaku belum kenal dengan pengurusnya apa lagi nomor kontak mereka. (Ode)