PhotoPictureResizer_200107_172153218-700x400

Pengedar Narkoba Buka Loket di Pemukiman, Enam Pelaku di Ringkus Ditresnarkoba Polda Kaltim 

Balikpapan, radarinvesrigasi.com – Enam pelaku pengedar narkoba di Kawasan Gunung Bugis Balikpapan Barat berhasil diringkus oleh tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Kaltim

Keenam pelaku ini menjual narkoba jenis sabu kepada pelanggan dengan membuka loket di sebuah rumah kecil di Jalan Sultan Hasanuddin, RT 38 No. 41 Balikpapan Barat

“Pengungkapan itu berawal dari laporan masyarakat adanya transaksi narkoba secara terang terangan di sebuah rumah kecil yang disebut warga sekitar sebagai loket jual beli narkoba,” ujar Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kaltim AKBP Masliadi Mustapa di Mapolda Kaltim, Senin, 6/1/2020

“Berdasarkan informasi tersebut, pada Kamis, 26/12/2019, kami melakukan pengintaian di sekitar lokasi untuk memastikan adanya transaksi narkoba,” tambahnya

Dari hasil pengintaian itu, lanjut Masliadi, langsung melakukan penggerebekan tepat pukul 15.00. Dalam penggerebekan itu ditemukan barang bukti seberat 0,90 gram, 2 Timbangan Digital warna Silver Merk Camry, 1 buah  kotak warna orange, 1 bungkus plastik klip, 450 plastik klip bening, 3 lembar uang pecahan 50.000 dan mengamankan enam orang pelaku masing-masing bernama Samsul Bahri alias Samsul (23), Ardiansyah alias Ardi (29), Ati alias nenek (50), Andi Fadli alias Andi (32), Asri alias Yunus (40), Hasanuddin alias Mini (57)

“Dari keenam pelaku yang kami amankan ini memiliki peran masing-masing, ada peran sebagai Sniper dalam artian sebagai mata-mata dikawasan tersebut. Jadi, Sniper ini perannya jika ada polisi datang di kawasan itu berteriak “Doyok”. Itu sebagai kode jika ada polisi yang datang, kemudian jika polisi sudah pergi dari kawasan itu mereka berteriak “Asman” berarti keadaan aman,” bebernya

Parahnya lagi, kata Masliadi, keenam pelaku yang sudah beropersi selama empat bulan itu koordinatornya adalah seorang nenek bernama Ati (50). “Dia semua yang mengatur peran dilapangan mulai dari sniper, petugas parkir, ada yang bertugas menerima uang dan memberikan sabu kepada pelanggan di loket itu, “ungkapnya

Loket yang dikenal sebagai tempat transaksi narkoba itu terlihat unik. pasalnya, setiap pelanggan yang datang membeli barang haram itu harus antri seperti layaknya membeli sebuah tiket transportasi dan buka selama 24 jam. Penjualan barang haram itu di sediakan mulai dari poket kecil dengan harga dari 100 ribu sampai 1 juta

“Dari hasil pengungkapan ini barang bukti yang di amankan memang sedikit hanya 0,90 gram. Yang kita lihat bukan dari sisi barang buktinya, tapi peredarannya, para pelaku ini berani melakukannya di pemukiman penduduk dan buka loket, ini sudah parah sekali,” imbuhnya

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keenam pelaku di jerat dengan pasal 144 ayat (1), Pasal 112 ayat (1), pasal 132 ayat (1) juncto Pasal 127 jo 131 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Fzi)