Jakarta_radarinvestigasi.com – Pengurus Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Soziduhu Gulo yang juga adalah warga Kabupaten Nias Barat mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) pada hari Senin, 01/04/2019 sekira pukul 10.30 wib.

Kedatangan Soziduhu Gulo ke KPK menanyakan tindak lanjut penanganan Laporan Kasus dugaan Suap dan Gratifikasi Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli yang telah dilaporkannya dengan nomor agenda 2019-02-000014 pada bulan Februari lalu.

“Hari ini kita menuju KPK untuk menanyakan tindaklanjut laporan dugaan suap dan gratifikasi Bupati Nias Barat pada bulan lalu, Ungkap sozi melalui Press releasenya(01/04/2019) kepada Radarinvestigasi.com

Soziduhu mengungkapkan bahwa kedatangannya di KPK diterima dengan baik dan langsung diarahkan ke Ruang 2 Pengaduan Masyarakat (Dumas) Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.

“Tanggapan dari KPK bahwa laporan tersebut telah diterima dan saat ini sedang diproses oleh tim peneliti dan telaah KPK. Kita sebagai kontrol sosial tetap mendorong KPK untuk mengusut kasus ini sampai ada kepastian hukum,” Ucapnya.

“Laporan ini akan terus kita ikuti perkembangannya hingga mendapat kepastian hukum, Apakah dugaan suap tersebut termasuk pelanggaran penyelenggara negara ataupun tidak dan biarlah KPK yang menentukannya,” Terang Sozi pengurus pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) itu

Hal itu terungkap dalam video berdurasi 2,58 menit yang telah tersebar luas dikalangan masyarakat pada bulan Maret 2017 lalu, dimana tampak jelas seorang pria berkacamata itu, menerima setumpuk uang kertas berupa lembaran seratus ribu rupiah, bahkan pembicaraan dalam video itu menyinggung janji jabatan.

Laporan: Evan Zebua