IMG_20191110_212310-700x385

Pihak PT.ASR Bentrok Dengan Warga, Begini Penjelasan Kapolres Pinrang

Pinrang, radarinvestigasi.com – Kerusuhan terjadi antara pihak pengelolah tambang pasir PT. ASR dengan warga Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang mengakibatkan jatuh korban di kedua belah pihak.

Bentrok ini dipicu oleh penolakan warga atas penambangan pasir PT. ASR yang beroperasi di wilayah tersebut

Awalnya, sejumlah warga mendatangi lokasi area penambangan pasir tersebut untuk melakukan aksi penolakan. Cekcok mulut pun terjadi dan membuat situasi semakin memanas yang berbuntut pada perkelahian antar 2 kelompok hingga berakibat jatuhnya korban luka ringan maupun berat di kedua belah pihak.

Atas insiden tersebut, Kapolres Pinrang AKBP Bambang Suharyono pada media ini menjelaskan, terhadap proses itu kedua belah pihak saling melapor, tentu kita akan tindak lanjuti dengan serangkaian penyelidikan dan penyidikan

“Sementara ini kita masih melakukan pemeriksaan saksi saksi baik dari pihak perusahaan maupun dari masyarakat. Semuanya kita akan proses secara berimbang baik itu masyarakat yang jadi korban maupun pihak perusahaan yang jadi korban. Karena sama sama ada korban luka,” kata Kapolres Pinrang AKBP Bambang Suharyono, Minggu (10/11/2019).

Lebih jauh AKBP Bambang mengungkapkan bahwa masalah ini sudah lama dilakukan mediasi antara ke dua belah pihak oleh Forkompinda.

“Kemarin itu kita sudah rapat, Kajari, Bupati Kapolres bahkan dan kita sudah memanggil kedua belah pihak baik masyarakat maupun pihak perusahaan,” jelasnya.

Bahkan kata Bambang, DPRD sudah melakukan upaya upaya dan akan membawa ke Propinsi karena yang memberi ijin kan Propinsi.

Atas insiden perkelahian yang tidak dapat terelakkan ini, Polres Pinrang masih melakukan pemeriksaan saksi saksi ke dua belah pihak yang ber tikai, jika terbukti bersalah menurut Kapolres Pinrang akan dikenakan pasal 170 atau 351 KUHP

“Ini adalah Kriminal Murni, pasal yang dikenakan, pasal 170 atau 351,” tutup AKBP Bambang, (Dardi/Red)