PhotoPictureResizer_200204_025158331-700x400_1580755983027

Polda Kaltim Tetapkan Dua Tersangka Penyebar Berita Hoax Virus Corona 

Balikpapan, radarinvestigasi.com — Polda Kaltim resmi menetapkan dua tersangka penyebar berita Hoax virus Corona inisial KR pemilik akun facebook Kazahra Tanzania dan FB pemilik akun facebook Fince Pitun 

Keduanya diamankan oleh Subdit V Siber Crime Ditreskrimsus Polda Kaltim setelah memposting berita hoax terkait adanya virus Corona di Kota Balikpapan

KR diamankan terlebih dulu pada 30 Januari 2020 setelah memposting adanya pasien yang suspect virus Corona di Rumah Sakit Kanodjoso Djatiwibowo Balikpapan pada tanggal 29 Januari 2020. Postingan di akun facebook Kazahra Tanzania tersebut mengatakan “Bismillah, Info penting. Usahakan keluar memakai Masker karena di RS. Kanudjoso sudah menerima pasien positif Corona, orang Balikpapan baru datang dari China (berita akurat)”

Selain mengamankan KR, Subdit V Siber Crime juga mengamankan seorang Asisten Rumah Tangga (ART) inisial FB pada Senin, 3/2/2020

FB berurusan dengan pihak kepolisian setelah memposting berita hoax terkait virus Corona di Balikpapan

Postingan FB itu melalui akun facebook miliknya bernama Fince Pitun dengan mengatakan “Sekilas info, daerah kota balikpapan sudah ada pasien terinfeksi virus Corona, bagi keluarga dan teman semua, di himbau agar selalu menggunakan masker di tempat kerja maupun bepergian”

Postingan kedua tersangka tersebut sempat viral dan membuat resah warga Netizen di Kota Balikpapan

Kejadian itu mengharuskan aparat kepolisian bertindak cepat dengan mengamankan kedua pemilik akun facebook tersebut

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana mengatakan, keduanya sama-sama memposting berita hoax terkait adanya virus Corona  di Balikpapan. Informasi yang diberikan oleh kedua tersangka pada dasarnya baik dengan memberikan himbauan kepada warga namun kurang tepat, karena tidak disertai fakta yang akurat

“Tujuan kedua tersangka sebenarnya baik dengan memberikan himbauan kepada warga. Tapi caranya kurang tepat dengan menyebarkan berita bohong (hoax), kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi warga untuk tidak serta merta menyebarkan berita terkait dengan virus Corona. Apalagi tidak didukung dengan fakta yang akurat,” ujar Ade Yaya didampingi Kasubdit V Siber Crime AKBP Albertus Andreana saat Press Rilis di Ruang Rapat Ditreskrimsus Polda Kaltim, Senin, 3/2/2020

Dalam penanganan kasus ini, kata Ade Yaya, pihaknya masih akan melakukan gelar perkara serta akan melengkapi berkas perkara kedua tersangka

“Kedua tersangka ini kasusnya sama tapi berkasnya berbeda, tidak berkaitan. Jadi, satu tersangka satu berkas,” sebutnya

Kedua tersangka dikenakan Pasal 14 ayat (2) Atau Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 ancaman hukuman 3 – 10 tahun penjara. (Fzi)