PhotoPictureResizer_191106_004641030-700x400

Polda Kaltim Ungkap Pelaku Pemalsuan Data Registrasi Simcard Dengan NIK Palsu

Balikpapan, radarinvestigasi.com — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Timur melalui Subdit V/Siber berhasil mengungkap pelaku pemalsuan data registrasi simcard dengan identitas NIK (Nomor Induk Kependudukan) palsu

Dari hasil pengungkapan yang dilakukan oleh Subdit V/Siber berhasil mengamankan satu orang pelaku berinisial FE (34) beserta sejumlah barang bukti elektronik untuk melakukan aksinya

PhotoPictureResizer_191106_005014590-700x400

FE yang juga sebagai pemilik counter di tangkap tim Siber Polda Kaltim di kediamannya di kawasan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Rabu, 30/10/2019

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade yaya Suryana menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari informasi adanya penjualan Simcard Handphone yang sudah teregistrasi

“Pelaku ini melakukan registrasi secara massal, tujuannya agar nomor tersebut bisa di pergunakan langsung ketika dijual, pelaku ini juga sebagai pemilk counter di Kota Samarinda,” kata Ade Yaya didampingi Kasubdit V/Siber Ditreskrimsus AKBP Albertus saat Konferensi Pers di Mapolda Kaltim, Selasa, 5/11/2019

Ade Yaya mengungkapkan, barang bukti Simcard yang sudah di registrasi oleh pelaku dengan menggunakan NIK fiktif  sebanyak 2.105 kotak, dalam satu kotak berisi 100 Pcs Simcard. Total ada 10.500 Pcs Simcard, sedangkan yang gagal registrasi sebanyak 3.800 Simcard. Selain itu, Laptop dan 5 Modem Pool juga disita dari tangan pelaku

“Alat yang digunakan pelaku adalah Laptop dan Modem Pool untuk melancarkan aksinya, tersangkanya ada satu orang dan sudah dilakukan penahanan,” jelasnya

Dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh Subdit V/Siber, kata Ade Yaya, pelaku mendapatkan data dari pihak lain

“Data itu dari wilayah Jawa, bukan data dari Kalimantan, ini juga merupakan kasus yang baru di Kalimantan Timur,”ujarnya

Kasubdit V/Siber Polda Kaltim Albertus menambahkan, pelaku sudah beroperasi selama 6 bulan, dalam melakukan aksinya pelaku mampu meregistrasi Simcard 1.200 per hari, pelaku melakukan hal tersebut berdasarkan pesanan dari counter-counter di wilayah Samarinda, Kutai Kartanegara dan Balikpapan dengan upah jasa 1000 per Simcard

“Terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat, banyak laporan yang masuk ke kami, bahwa banyak di counter umum dengan mudah mendapatkan kartu Simcard yang sudah teregistrasi

“Setelah kami lakukan penyelidikan, ternyata nomor NIK untuk melakukan registrasi tersebut bukan berasal dari NIK disini (Kalimantan), kemudian kasus ini kami kembangkan melalui penyelidikan dan penyamaran. Sehingga kita dapatkan lokasi pembuatannya di Kota Samarinda,” ungkapnya

Albertus menerangkan, dalam melakukan aksinya pelaku menggunakan alat Modem Pool, dalam satu modem pelaku bisa meregistrasi sebanyak 16 Simcard sekaligus dalam waktu 2 menit

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 35 Undang-Undang ITE No. 19 tahun 2016 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun

Pelaku dikenakan UU ITE lantaran memanipulasi data, sejauh ini kata Albertus, masyarakat belum ada yang melaporkan kerugian

“Kita lihat perkembangannya nanti, bisa saja kedepan ada yang melaporkan kerugian terkait kasus ini, terutama dari masyarakat yang merasa identitasnya di salah gunakan,” pungkasnya. (Fzi)