Kepsul, Radar IT – Terbengkalainya pekerjaan fisik beberapa item pekerjaan yang bersumber dari ADD dan DD 2018 Desa Kou Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Propinsi Maluku Utara, diduga penyebab belum cair ADD dan DD di triwulan pertama Tahun 2019 ini. Selasa (14/5/2019)

Dari hasil investigasi media ini, dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, ada sejumlah pekerjaan yang tidak di selesaikan diantaranya,
Sanitasi dan Kebersihan lingkungan Bangunan WC 2 Unit dengan nilai Rp 305.391.000,00 Bersuber Dari ADD, DD

Pembangunan Pagar Kantor Desa Dengan Nilai Rp. 221.032.000,00 Bersuber ADD disanyilir belum selesai

Selain itu juga Pembangunan darainase dengan panjang 120 meter, tidak ada papan Informasi juga belum terselesaikan.

Kepala Desa Kou Din Gay yang dikonfirmasi Radar Investigasi menjelaskan bahwa tidak selesainya pekerjaan tersebut karena angaran masih kurang sehingga pekerjaan terhambat, dimana anggaran tahap 3 masi berada di tangan Bendahara, yang sekarang Bendahara Desa sudah masuk bui.

“Inilah yang membuat Pekerjaan terhambat dan terlihat terbangkalai”. Jelasnya PLT Kades Kou

Fadli Buamona Ketua Pemuda Desa Kou mengungkapkan, Pekerjaan Darainase tersebut baru tahap pekerjaan penggalian namun terhenti karena alasan Kepala Desa Angaran habis, ujarnya.

“Saya juga merasa ada yang tidak beres pada pekerjan Drainase ini karena tidak Ada Papan Informasi pekerjaan, hingga saat ini upah juga kami belum di bayar Oleh pihak Kades,” katanya

Terpisah Marjuki Fatgehipon warga Masyarakat Desa Kou mengatakan, item pekerjaan ini sudah hampir memasuki 1 tahun karena pencairan di bulan 3 tahun 2018 lalu belum cair. Sekarang sudah masuk di tahun 2019.

“Aneh Bin ajaib entah kemana Anggaran 2018 sehingga Pekerja banyak yang belum terselesaikan padahal suda Cukup lama”. Tuturnya.

“Saya berharap agar pihak Instansi terkait yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Inspektor inspektorat bisa mengambil langkah agar persoalan yang terjadi di Desa Kou ini bisa terselesaikan sesuai apa yang diharapkan masyarakat”. Tutup Marjuki. (RS)