PhotoGridLite_1579578029343-700x400

Proyek Tumpang Tindih Pelaksana Kembalikan Anggaran

Marangkayu, radarinvestigasi.com – Perencanaan Program pembangunan pemerintah Desa Sebuntal Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kertanegara dinilai kurang sinergi dengan pemerintah Kecamatan sehingga terkesan adanya proyek tumpang tindih

Untuk diketahui Anggaran yang berasal dari Dana Desa (DD) tahap III Tahun 2019 senilai Rp.131,141,025 yang diperuntukkan semenisasi jalan di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 RT 12 Dusun 4 justru telah dianggarkan melalui APBD-P Kecamatan

Camat Marangkayu Rekson Simanjuntak S.Sos.M.Si  saat ditemui diruang kerjanya, menyampaikan,adanya program pembangunan yang tumpang tindih bisa jadi akibat kurangnya sinergi pemerintah Desa Sebuntal dengan pemerintah Kecamatan

“Kami juga belum mengetahui secara pasti jika ada Dana Desa senilai Rp.131,141,025 yang diperuntukkan di lokasi yang sama, “kata Rekson 14/1/2020

“Yang jelasnya proyek semenisasi jalan tersebut sudah dikerjakan melalui anggaran APBD-P Kecamatan dan telah selesai,”ungkapnya

Jika memang ada yang seperti itu lanjutnya, saya akan memanggil tim verifikasi Kecamatan untuk memastikan apakah dana yang dimaksud tidak tumpang tindih dengan APBD lain sehingga laporan pertanggung jawabanya tidak menjadi fiktif

“Jangan sampai ada APBD lewat SKPD Kecamatan atau aspirasi dari Dewan tapi Desa juga menganggarkan di obyek yang sama,”tegasnya

Kalau pun sudah ada kegiatan APBD Kabupaten maka Desa harusnya segera melakukan telaah supaya dana ini tidak menjadi SILPA dan diupayakan dalam bentuk kegiatan lain dengan rekening yang sama

“Karena jika jadi SILPA dianggap pemerintah desa tidak mampu menyerap anggaran dan jangan sampai masuk kategori salah penganggaran,” tutup Rekson

Sementara itu Kepala Desa Aminuddin SH melalui Kasi Perencanaan Desa Sebuntal Basir S.pd mengakui adanya Proyek semenisasi Dana Desa tahap III tahun 2019 yang tidak jadi dilaksanakan dikarenakan lokasi tersebut telah dikerjakan melalui APBD-P Kecamatan

Basir juga mengakui jika dalam laporan pertanggung jawaban proyek tersebut telah dikerjakan karena sejumlah dana sudah diserahkan kepada pihak penyuplai material

Namun demikian kata Basir pihak penyuplai materail akan mengembalikan anggaran tersebut karena tidak jadi dilaksanakan

“Pihak penyuplai akan mengembalikan dana tersebut akan jadi SILPA,”tutup Basir 20/1/2020(Ar)