PhotoPictureResizer_191108_231148218-700x400

Residivis Jambret di 40 TKP Diringkus Jajaran Polsek Balikpapan Selatan 

Balikpapan, radarinvestigasi.com – Pelaku residivis penjambretan yang selama ini membuat resah warga Kota Balikpapan diringkus jajaran Polsek Balikpapan Selatan

Pelaku residivis penjambretan ini berinisial SRD, warga Sepinggan, Balikpapan Selatan

IMG-20191108-WA0046

Pelaku melakukan aksinya selama 6 bulan terakhir di 40 TKP (Tempat Kejadian Perkara) di Kota Balikpapan

Dalam melakukan aksinya, pelaku seorang diri dengan mengendarai motor Honda Scoopy warna merah, pelaku mengincar kaum perempuan terutama pengendara roda dua

Pelaku diringkus jajaran Polsek Balikpapan Selatan setelah menerima laporan dari warga yang menjadi korban penjambretan di malam hari sekitar pukul 20.30 Wita, di Jalan Manuntung, Balikpapan Selatan pada Kamis, 10/10/2019

Kapolsek Balikpapan Selatan Kompol M. Jufri Rana melalui Wakapolsek Iptu Iswanto mengungkapkan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan warga berinisial DSA yang telah menjadi korban penjambretan saat berkendara

Korban dijambret saat akan mengisi bensin eceran pada pukul 20.30 di kawasan Jalan Manuntung, Sepinggan, Balikpapan Selatan

“Saat dijambret, korban sempat saling tarik menarik sebuah tas dengan pelaku. Namun pelaku berhasil merebut tas tersebut dan kabur, pelaku membawa kabur tas milik korban yang berisikan dompet dan 1 unit hanphone Samsung M20,”ujar Iptu Iswanto di Mapolsek Balikpapan Selatan, Kamis, 7/11/2019

Dalam kasus tersebut, kata Iswanto, sudah ada tiga korban yang melaporkan kasus yang sama di Mapolsek Balikpapan Selatan, semua pelapor adalah perempuan dengan pelaku sama

“Jika ada warga yang merasa jadi korban dari perbuatan pelaku ini di wilayah hukum Polsek Balikpapan Selatan, saya persilahkan untuk melaporkan hal tersebut,”tambahnya

Iswanto mengatakan, pelaku tersebut selama ini telah membuat resah warga di Kota Balikpapan, pelaku telah melakukan aksinya selama 6 bulan di 40 TKP

“Sasarannya adalah perempuan, terutama pengendara roda dua, dalam melakukan aksinya pelaku mengincar pengendara yang membawa tas. Pelaku merampas barang korban ketika korban sedang berkendara maupun ketika berhenti,” ungkapnya

Iswanto menerangkan, pelaku melakukan aksinya sendiri dengan menggunakan motor

“Pelaku ini tidak pandang bulu, korban sendirian maupun berboncengan, semuanya disikat,”ujarnya

Terkait proses hukum pelaku, Iswanto mengungkapkan, perkaranya akan dilakukan terpisah (Splitsing) untuk membuat efek jera pelaku

“Untuk proses hukum kepada tersangka, perkaranya akan kita lakukan terpisah (Splitsing) bukan dijadikan satu, harapannya untuk membuat efek jera pelaku. Setelah satu berkas selesai vonis, baru kita limpahkan lagi kasus yang kedua, kemudian kasus yang kedua sudah selesai kita limpahkan lagi kasus yang ketiga, harapan kita agar pelaku menyadari atas perbuatannya,” tegasnya

Terkait perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP dan Atau Pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman penjara lima tahun. (Fzi)