Nunukan, radarinvestigasi.com – Babinsa Desa Sekaduyan Taka, Sertu Lambrianur berhasil mengusir Police Marine Malaysia yang diduga telah melakukan pencegatan, pemeriksaan dan penahanan secara tidak sah terhadap speedboat penumpang reguler dari Pulau Nunukan dengan tujuan Sungai Ular.

Atas aksi heroiknya, meski tanpa membawa senjata, Sertu Lambrianur berhasil memukul mundur Marine Malaysia kembali ke Wilayahnya dan membawa pulang korban pencegatan, pemeriksaan dan penahanan secara tidak sah itu.

Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Widi Prasetijono mengatakan banyak cara yang bisa diberikan kepada anggota TNI yang berjasa di lapangan untuk kepentingan masyarakat dengan memberikan penghargaan.

“Secara otomatis ada kita berikan reward dalam bentuk pemberian berupa tali asih atau penghargaan dalam bentuk lain misalnya sekolah”, ujar Brigjen Widi kepada media ini Jum’at (15/3/2019)

Sebelumnya, pada Senin 11/3/2018 sekira Pukul 12.00 Wita, Sertu Lambrianur yang menerima informasi dari masyarakat terkait Penahanan Speedboat Penumpang SB. SUM , bersama Daniel Tampang, personil Dishub Pos Sei. Ular, bergerak menuju tempat SB. SUM ditahan oleh Police Marine yang berseragam lengkap dengan senjata Laras Panjang dan Laras Pendek (Pistol).

Setelah mencegat, Aparat Police Marine menggeret SB. SUM masuk ke perairan Malaysia yang berjarak hanya sekitar 50 meter. Aparat Police Marine kemudian melakukan pemeriksaan, dan mengancam akan menarik SB. SUM beserta penumpangnya ke Pos Serudung Malaysia, namun sempat terjadi perdebatan antara Motoris SB. SUM dengan Aparat Police Marine.

Diketahui, Police Marine tidak menggunakan Speedboat Patroli, namun hanya menggunakan Speedboat sipil. Sertu Lambrianur kemudian berkoordinasi dengan Aparat Police Marine di tempat kejadian pada titik koordinat 4° 10′ 18″ BT – 117° 32′ 28 LU”.

“Pihak Police Marine sempat bersikeras untuk menahan dan membawa SB. SUM beserta penumpangnya. Tapi saya tetap ngotot sambil menjelaskan bahwa SB. SUM dan penumpangnya adalah Speedboat penumpang resmi tujuan Pangkalan Sei. Ular dengan menunjukkan Surat Jalan (Pass Jalan) dari Dishub Nunukan Pos Sei. Bolong”, ujar Lambrianur

Aparat Police Marine yang menggunakan Speedboat Sipil bermesin 40 PK kemudian melunak dan mau melepaskan SB. SUM beserta penumpangnya.

“Selesai menjelaskan, Aparat Police Marine menyampaikan bahwa pihaknya salah tangkap, mereka sebenarnya mencari TO pembawa Narkotika”, ungkap Lambrianur membahasakan maksud marine Malaysia itu.

Diketahui pula korban salah tahan oleh marine Malaysia yaitu speedboat SB. SUM berwarna biru lis kuning dengan nomor badan KLT 3 No.158/SD bermesin 75 PK dengan motoris bernama Fandi dengan 8 orang penumpang Dewasa dan 2 orang penumpang anak. (Syah)