Ricuh, Tapal Batas Dua Desa Di Kepsul Ditetapkan Sebagai Status Quo

Kepsul,radarinvestigasi.com – Permasalahan tapal batas yang belum kongkrit antara Desa Wailau dan Desa Pastina Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) berakhir ricuh

Kericuhan dipicu karena pembangunan gapura untuk perlombaan PKK oleh Desa Wailau. yang terletak disamping Kodim 1510 Sanana juga diklaim oleh masayarakat Desa Pastina

PhotoPictureResizer_200223_205643022-700x400

Beruntung kericuhan masyarakat di dua Desa itu, mampu diredam oleh aparat, yaitu angota TNI Kodim 1510 Sanana dan Angota Polres Kepsul.

Atas kejadian tersebut Kapolres dan Kasdim Kodim 1510 Sanana, langsung mengahadirkan pemerintah Desa Wailau dan pemerintah Desa Pastina serta tokoh masyarakat dan pemuda Dua Desa tersebut, untuk melakukan pertemuan.

Dalam Pertemuan tersebut telah melahirkan kesepakatan bahwa tidak ada aktifitas dari dua desa di wilayah tapal batas dan wilayah tapal batas ditetapkan sebagai satus quo.

Kapolres Kepsul AKBP Muhamad Irvan SIK, kepada awak media Minggu (23/2/2020) mangatakan mengenai tapal batas antara Desa Wailau dan Pastina adalah permasalahan lama yang belum selesai yaitu mengenai tapal batas sampe saat ini belum ada kepastian yang kongrit dimasing- masing Desa tersebut.

“Saat ini, Desa Wailau akan melaksankan perlombaan antar Desa sehingga masyarakat Wailau membuat gapura. dan masyarakat desa Pastina menyangka bahwa itu menjadi batas desa mereka. maka terjadilah konflik,” kata Kapolres usai pertemuan.

Kemudain Ivan menambahkan langka TNI Polri dalam pertemuan bersama pemerintah Desa Wailau dan Pemerintahan Desa Pastina serta tokoh masyarakat dan pemuda dimasing masing Desa belum ada keputasan. Namun masalah tapal batas ini, sebagai status qou untuk menjaga tidak adanya konflik masyarakat pada dua desa.

“jadi permaslahan tapal batas kita tetapkan sebagai status quo dan masing masing Desa baik desa Wailai dan desa Pastina kita berikan jarak 100 meter untuk tidak berada dilokasi tabal batas hingga permasalahan ini diselesaikan”,jelas Ivan

Untuk itu lanjutnya, sekiranya besok jam 10, pihaknya akan melakukan pertemuan di Polres atas permasalahan tapal batas didua Desa tersebut. Pertemuan akan melibatkan unsur unsur terkait.

“Kami akan sampaikan kepada Pemerintahan Daerah dan DPRD, Kepala Desa Camat dan toko masyarakat serta pemuda untuk sama-sama kita bahas selesaikan maslah ini”,jelas Kapolres.

Selain itu, Kapolres, berharap kepada masyarakat masalah tapal batas di dua Desa harus diselesaikan secara kekeluargaan. Sebab dari cerita- cerita yang disampaikan oleh sepepuh saat rapat, masyarakat dari kedua Desa ini adalah saudara.

“Dari cerita- cerita yang ada bahwa masyarakat kedua Desa adalah saudara. Maka dari itu saya mengharapkan jaga kasih sayang dan persuadaraan itu, jangan karena masalah tanah mengakibatkan konflik yang merugikan kedua pihak,” harap Kapolres (R)