IMG_20190924_213757-750x400

Sambut Hari Jadi Kota Kefamenanu Yang ke-97, Dinas Pariwisata Gelar Napak Tilas

NTT, RADAR INVESTIGASI.COM – Menyambut hari lahirnya Kota Kefamenanu yang ke 97 tanggal 22 September 2019, Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dinas Parawisata TTU melaksanakan kegiatan Napak tilas guna menelusuri sejarah hadirnya Kota Kefamenanu.

Napak tilas 2019 ini melibatkan berbagai kalangan baik dari tingkatan SMP, SMA/SMK, Pemuda, Masyarakat dan juga Organisasi Mahasiswa. 35 Tim Napak tilas dilepas oleh Plt. Sekda TTU, Fransiskus Tilis di halaman kantor Desa Noeltoko dan menelusuri sejarah perjuang para pendahulu waktu itu dari Noeltoko menuju Haumeni dan dilanjutkan ke Oe’ekam dan Gua Aplasi (Kota Kefa saat ini).

Sebagai bagian dari Kabupaten TTU, Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Utara (IMATTU) Kupang, turut mengambil bagian dalam penelusuran jejak para pendahulu sekaligus menjadi partisipasi perdana bagi IMATTU.

Yeremias Naiheli mewakili Peserta Napak Tilas Tim IMATTU Kupang menyampaikan rasa syukur karena kali ini kami diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam Napak Tilas 2019, sebagai upaya mengenang dan menelusuri berdirinya Kota Kefamenanu.

“Banyak hal soal sejarah berdirinya kota Kefamenanu yang kita pelajari disana, baik lewat diskusi lepas maupun ceramah sehingga kegiatan ini (Napak tilas,red). Saya merasa (kegiatan ini) sangat bermanfaat bagi yang berpartisipasi”, jelas Yeri sapaan akrabnya.

Lanjutnya, satu hal yang sangat berkesan selain kegiatan napak tilas tersebut pada ulang tahun ke 97 Kota Kefamenanu, adalah upaya membangun parawisata sebagai potensi alam yang dimiliki daerah melalui diskusi yang di fasilitasi oleh Dinas Pariwisata dengan menghadirkan beberapa pemateri dan membahas terkait syarat membangun pariwisata dengan menjunjung tinggi SAPTA PESONA.

“Diskusi yang sangat berkesan, dimana syarat utama membangun pariwisata harus mampu menerapkan butir-butir Sapta Pesona yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, ramah dan kenangan”, ujar aktivis GMNI Cabang Kupang itu.

Disisi lain dirinya mengharapkan agar kedepan Pemda bisa memfasilitasi para putra-putri yang punya potensi untuk menghadirkan buku tentang sejarah kota Kefamenanun sebagaiperenungan panjang kehadiran Ibukota TTU.

” tujuannya agar bisa dipelajari oleh seluruh lapisan kader dan masyarakat TTU agar kesannya jangan hanya peserta Napak tilas yang mengetahui sejarah Kefamenanu” tambah Yeri.

Pada kesempatan yang sama, Jhovan Faot selaku Official Tim IMATTU Kupang kepada media ini, mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten TTU melalui Dinas Parawisata yang sudah peduli akan sejarah hadirnya Kota Kefamenanu dengan mengadakan kegiatan Napak tilas guna menelusuri sejarah hadirnya Kota kefa mulai dari Noeltoko menuju Haumeni dan dilanjutkan ke Oe’Ekam hingga titik akhirnya di Gua aplasi.

“Tentu sebagai kaum Penerus, perlu kami hadir untuk mengenang dan menelusuri sejarah ini dari setiap tetesan keringat dan darah yang dituangkan oleh para pendahulu”, tutur Mantan Ketua BEM STIE OEmathonis Kupang itu.

Dirinya menjelaskan bahwa kehadiran IMATTU Kupang merupakan partisipasi tahun pertama. Pihaknya menyadari bahwa perlu dan penting bagi kaum muda dan terpelajar untuk turut berpartisipasi agar bisa merasakan bagaimana perjuangan para pendahulu waktu itu.

Dirinya mengharapkan agar Pemerintah Daerah kembali mendesain kegiatan Napak tilas sedemikian rupa, agar lebih banyak menarik minat kaum muda untuk turut mengambil bagian. Selain itu kisah sejarah tersebut perlu dibukukan secara lengkap lalu di bagikan ke setiap sekolah.

“para generasi penerus mengetahui Asal Usul Kefamenanu dan para pejuang waktu itu,sehingga perlu diceritakan secara lengkap dalam sebuah buku”, tambah Pria asal Desa Nibaaf Kecamatan Noemuti itu.

Ketua IMATTU Kupang, Junirius Darianto Mano menambahkan bahwa sebagai kader muda TTU yang lahir dari rahim BIINMAFO harus mengetahui tentang seluk beluk yang di lakukan oleh para pendahulu.

“Kehadiran IMATTU dalam kegiatan ini atas dasar kepedulian sebagai penerus untuk kembali menghayati bagaimana sebuah perjuangan dari para pahlawan yang waktu itu menelusuri hutan untuk melawan para penjajah”, ungkap Mahasiswa Undana itu

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pendahulu dan untuk mengetahui tempat-tempat yang pernah ditetapkan sebagai Ibukota Kabupaten TTU, penelusuran tersebut harus tetap dilaksanakan dengan rancangan-rancangan yang tentunya lebih menarik lagi.

“Kegiatan ini menggugah generasi muda untuk tetap mengingat perjuangan para pahlawan jika keberhasilan itu harus melewati berbagai proses yang panjang dan tidak mudah”, tutup Rinto.

Kegiatan Napak tilas guna menelusuri perjalanan panjang hadirnya Kota Kefamenanu itu dilakukan selama 2 hari terhitung dari tanggal 21-22 September 2019.

Laporan: Yohanis Tkikhau.