PhotoPictureResizer_191018_130225457_crop_720x508-700x400

Setelah 4 Priode di DPRD Buru, Ahmad Waikabu Dikukuhkan Jadi Kesultanan Sangaji

Namlea,Radar IT– Muhammad Waekabu, SH, MMP yang kini menduduki Empat Priode di DPRD Kabupaten Buru, dikuhkan oleh kesultanan Ternate, H. Nulzuludin Mudafar Syah,S.Sos,MM menjadi Kesultanan Sangaji di Kabupaten Buru.

Muhammad Waekabu usai dikuhkukan menjadi Kesultanan Sangdji yang berlangsung kediaman Kamis 17 Oktober 2019 Mengatakan, “Saya ucapkan terimah kasih yang mendalam atas kepercayaan dan dukungan Kesultanan Ternate mengkukuhkan Beta menjadi Kesultanan Sangadji di Bumi Bupolo,” ungkapnya

Walaupun pengukuhan ini kata dia, dalam perjalan terjadi hambatan dan tidak ada izin dari Pemerintah Pemerintah Daerah setempat yang menyatakan sikap untuk tidak mengijinkan dalam pengukuhan organisasi ini. Namun tambahnya lagi semua akan berjalan sebagaimana mestinya, walaupun Lanjut Waekabu, ada rekomendasi dari Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi untuk pihak Polres Buru untuk tidak mengijinkan menghambat kegitan pengukuhan ini. Namun sebagai budaya adat yang diwarisi leluhur tedahulu, kami tetap laksanakan, ujarnya.

Lanjutnya, semunya ini sudah secara syah, Beta sudah dikukuhkan jadi Kesultanan sangaji berlangsung di lokasi SMA Negeri 2 Buru, Beta juga mau katakan bahwa Negeri Bupolo ini ada orang-orang yang merasa tidak puas dengan kekuasaan dan tidak memberikan izin dan kesempatan kepada orang lain, namun mereka ini menganggap bahwa jabatan yang disandang ini adalah warisan mereka, ”tegas Kesultanan Sangdji Pulau Buru.

Momentum ini dalam dalam filim india Kata Waekabu, boleh dibilang perang antara Pandawa dan Gorawa, namun Saya tetap tegar dan siap menghadapi tantangan yang begitu dahsyat, dan kegitan pengukuhan ini semunya ini disaksikan dengan kehadiran Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kesultanan Ternate didampingi Raja Ke 21 Prof Dr Irwanul Latbual namun sayangnya, Budaya dan tatanan adat yang diwarisi leluhur terdahulu yang kini dilestarikan untuk anak cucu kita dihari esok, diabaikan begitu saja oleh Bupati, Ramly Umasugi yang dengan bukti melayangkan surat teguran dengan isinya pencegahan dan tidak mengizinkan kegitan ini berjalan yang akan disampaikan secara resmi kepada Polres Pulau Buru,” Ujar Waekabu.

Hambatan dan Pengukuhan ini Kata Waekabu, sengaja dilakukan Pemda setempat, karena ada orang- orang yang merasa takut bila Saya akan bertarung pada momentum Pilkada Kabupaten Buru di tahun 2022 nanti.

Bahkan beber Waekabu, Sambutan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan yang akan disampaikan Dirjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, juga tidak boleh dibaca dan apa hasilnya, Ucapnya.

“Tapi kita tetap jalan semuanya tidak ada masalah dan dan bila ingin menjadi pimpinan harus menghadapi tantangan, kalau bukan tantangan bukanlah pimpinan,“ Ungkap Waekabu.

Semunya itu jelas Waekabu, adalah sebuah perjuangan. Saya yakin dan percaya, sebagai anak adat asli di Negeri ini, dengan momentum yang sakral ini tidak di izinkan Pemda setempat, apa maunya dibalik itu, Saya juga mau Tanya sebagai anak adat negeri asli di Bumi Bupolo sesuai keputusan MK no 35 yang menyatakan, Hutan adat dan dataranya adalah milik orang adat, bukan milik Negara, pungkas Waekabu.

Laporan, Fer.