IMG_20200112_181830-700x375

Setelah Gugat Cerai, Istri Polisikan Suami Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

MAKASAR, RADAR INVESTIGASI.COM – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, ungkapan inilah yang dialami pria berinisial MF (27) yang merupakan pelaku tindak pidana pemalsuan identitas, tanda tangan dan dokumen palsu.

Pasalnya, setelah dicerai oleh istri, pelaku juga dipidanakan. MF sendiri telah diamankan oleh Personel Reskrim Polsek Mamajang Polrestabes Makassar pada hari Jumat 10 Januari 2020.

“Pelaku diduga telah melakukan tindak Pidana Pemalsuan Identitas, Tanda Tangan Serta Menggunakan Dokumen Palsu Untuk Pengambilan Dana Kredit Melalui PT. FIF Makassar,” kata Syam Hehanussa, Minggu (12/1/2020).

Menurut Iptu Syam Hehanusaa, kasus pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh pelaku terungkap atas laporan istri pelaku pada bulan November tahun 2019 lalu dengan LP/227/XI/2019/Restabes Makassar/Sek Mamajang, tanggal 18 November 2019.

Tidak sampai dua bulan pasca dipolisikan, tim Reserse Kriminal Polsek Mamajang Polrestabes Makassar berhasil mengendus keberadaan pelaku.

Dipimpin langsung Iptu Syam Hehanussa, Kanit Reskrim Polsek Mamajang, tim kemudian bergerak dan melakukan penangkapan terhadap pelaku di tempat persembunyiannya di Jl.Harimau – Jl.Onta Baru Kecamatan Mamajang Kota Makassar.

Saat dilakukan penangkapan lanjut Iptu Syam, pelaku tidak melakukan perlawanan. Pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Mamajang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Hasil interogasi, MF mengakui dengan sengaja telah memalsukan tanda tangan istrinya sendiri guna persyaratan kredit di FIF Makassar,”jelasnya.

Menurut pelaku, dirinya bermohon kredit sekitar Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah). Namun pelaku mengakui hanya menerima sekitar Rp.1.300.000,- (Satu Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah). Karena ada selisih uang pinjaman yang harus dilunasi sebelumnya.

“Setelah dana kredit cair, uang tersebut hanya digunakan seorang diri oleh pelaku tanpa sepengatahuan pelapor,” terangnya.

Adapun Barang Bukti (BB) yang sudah dimiliki oleh Polisi yakni satu lembar surat Persetujuan Suami Istri yang telah ditanda tangani oleh Pelaku tanpa sepengetahuan Pelapor.

Surat Persetujuan itu merupakan salah satu persyaratan pengajuan kredit melalui pembiayaan PT. FIF Makassar.

“Saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan saksi dan bukti tambahan berupa tanda tangan perbandingan tahun 2018 dan 2019,” ujar Syam Hehanussa.

Sementara itu, Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Mamajang Kompol Daryanto,.SE,.MH menegaskan bahwa dalam kasus ini, pihak Reskrim Polsek Mamajang masih menyelidiki keterlibatan pelaku dengan dugaan kasus lainnya.

“Kami masih menyelidiki dugaan keterlibatan pelaku dalam tindak pidana lainnya. Apakah pelaku pernah melakukan tindak pidana sebelumnya,” tegas Kompol Daryanto saat di wawancara media.

“Kasihan buat si pelaku, tetapi perbuatannya harus di proses hukum,” sambung Daryanto.

Sementara penyidik yang menangani kasus tersebut menuturkan bahwa kasus ini awalnya permasalahan rumah tangga hingga ke rana kriminal.

Keterangan pelapor yang tak lain adalah istri pelaku menyebut bahwa hampir setahun MF sudah jadi pengangguran sebelumnya dia kerja sebagai driver perusahaan swasta. Terus mereka pisah ranjang dari bulan Mei 2019 hingga sekarang.

“Dan saat ini akta cerai sudah terbit dari pengadilan agama Kota Makassar dan sisa diambil oleh pelapor,”ungkap penyidik reskrim yang menangani kasus tersebut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini pelaku telah mendekam di sel tahanan Polsek Mamajang Polrestabes Makassar, guna proses hukum lebih lanjut. (Har)