IMG_20200118_200243-700x375

SMAN 1 Sanana Diduga Lakukan Pungli Uang Rapor di Sekolah

KEPSUL, RADAR INVESTIGASI.COM – Ketersedian dana Opesasinal Sekolah (BOS) untuk meringankan beban masyarakat dalam membayar biaya pendidikan sepertinya tidak dipergunakan dengan baik oleh pihak sekolah yaitu, di sekolah SMA Negeri1 Sanana Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

Sebab di sekolah SMA Negeri 1 Sanana masih saja ada pembayaran uang rapor serta kenaikan kelas saat semester dan yang diperparah lagi adalah menjadi tanggungan siswa.

Tanggungan ini, jika terjadi disemua siswa yang berjumlah ribuan orang di sekolah tersebut, maka sudah tentu pihak sekolah diduga telah melalukan pemerasan terhadap siswa.

Salah satu wali murid, SMA Negeri 1 Sanana yang namanya tidak dipublis kepada media ini, mengatakan, pembayaran uang rapor serta kenaikan kelas sering terjadi saat pengambilan rapor di sekolah dimana pihak sekolah talah membebankan siswa untuk mebayar rapor sebesar Rp, 50 ribu dan pendaftaran kelas tiap semester sebesar Rp.15 ribu.

“Waktu anak saya naik kelas 2 semester pertama ambil rapor bayar Rp. 30 ribu, kemudain, tangal 21 desember 2019 lalu. anak saya membayar lagi rapor sebesar Rp. 50 ribu ditambah dengan uang pendaftaran kelas 15 ribu,” ungkapnya.

Selan itu, dirinya menambahkan beban yang diberikan kepada siswa terlalu besar, padahal sekolah sudah ada dana Bos untuk meringankan beban siswa.

“Uang yang dibebankan kepada siswa terlalu mahal padahal sekolah sudah ada dana Bos,” tutur wali murid itu.

Sementara pihak sekolah SMA Negeri 1 Sanana melalui bagian Humas Isnarty Idrus saat dikonfirmasi Sabtu (18/1/2020) enggan berkomentar  atas pembayaran uang laport serta uang kelas tiap semester tersebut.

“Saya tidak bisa berkomentar soal itu nanti hubungi saja Kepala sekolah,”ucapnya.

Sementara Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Sanana Saida Daeng Hanafi yang hendak dikonfirmasi untuk menangapi hal ini, sampai berita ini tayang, belum membalas Whatsaap maupun telepon wartawan. (Rs)