Mahakam Ulu,radarinvestigasi.com – Hingga saat ini, akses jaringan telpon seluler di lima Kecamatan di Kabupaten Mahakam Ulu terbilang sangat sulit untuk di dapatkan, bahkan untuk mendapatkan jaringan seluler masyarakat ataupun anggota satgas TMMD yang bertugas di tempat itu harus menggantung telpon selulernya di atas pohon untuk bekomunikasi dengan keluarga maupun saudaranya di tempat lain.

Hal ini juga menjadi keluhan masyarakat dan Prajurit TNI yang bertugas disana, selain akses jalan penghubung Kabupaten Mahulu dan Kabupaten Kutai Barat, akses jaringan telepon pun sangat sulit di dapat

Hal ini juga dirasakan para prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 TA 2019 wilayah Kodim 0912/Kutai Barat di Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun, Kalimantan Timur

“Sangat sulit, karena signal seluler di Kampung Long Melaham tidak menunjang. Untuk menelpon saja sulit, apalagi berkirim pesan SMS dan juga WhatsApp (WA),” jelas salah satu prajurit TNI Satgas TMMD itu.

Sementara itu, Dandim 0912/Kutai barat yang juga Dansatgas TMMD ke-104 di Mahulu mengungkapkan, meski berada didaerah yang blank spot signal seluler, diharapkan prajurit TNI selalu kuat bersama masyarakat diwilayah itu dalam menjalankan tugas.

“Memang untuk mencari signal para prajurit harus mencari ketinggian ataupun harus menggantung handphone (HP) dilokasi ketinggian, bahkan bisa di atas pohon. Walaupun demikian kegiatan fisik dan nonfisik dalam pelaksanaan TMMD tidak boleh terganggu,” ungkapnya.

Anang Sofyan Effendi menambahkan, prajurit TNI selalu siap sedia meski berada didaerah manapun ditanah air ini. Karena kemanunggalan TNI bersama rakyat adalah yang utama, yakni melalui pembinaan teritorial (Binter).

Di daerah yang tidak ada signal telekomunikasi HP seperti diperbatasanpun, TNI mampu bertahan bersama masyarakat.

“Binter merupakan hal yang sangat penting ketika ancaman perang, biarpun saat ini bukan ancaman perang konvensional.”ungkapnya

“Kemanunggalan TNI dan rakyat untuk menangkal setiap ancaman bukan saja berbentuk perang senjata tapi, perang lain seperti ancaman untuk melucuti rasa nasionalisme itu sangat penting.” tegasnya (Fzi)