IMG_20191204_215325-700x390.jpg

Talud Desa Kou Diduga Proyek Siluman

Kepsul, Radar Investigasi. Com- Proyek Pembutan pembangunan talud penahan banjir wai tebi Desa Kou Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) diduga Proyek siluman.

IMG_20191204_215337-700x390.jpg

Pasalnya proyek tersebut terlihat aneh pasalnya sudah dikerjakan selama satu bulan namun tidak mengunakan papan informasi. Padahal sesui UU jika, pembagunan proyek tidak menggunakan papan informasi merupakan pelanggaran. Apa lagi, proyek tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepsul tahun 2019 dengan nilai kontrak Rp. 290.990.225,94 dalam postingan LPSE Kepsul.

Hal ini diungkapkan seorang warga Desa Kou yang enggan namanya tidak dipublis Rabu (4/12/2019) mengatakan pekerjaan talud penahan banjir wai tebi Desa kou tersebut sudah dikerjakan selama satu bulan tapi tidak terlihat papan informasi proyek.

“Jadi saya sering lewat dipekerjan proyek itu, tapi tidak pernah melihat papan proyek pembangunan Talud. sedangkan pekerjaan tidak salah hampir satu bulan dikerjakan,” kata warga.

Terpisah Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kepsul Rusdi Ipa saat di konfirmasi pekan kemarin, terkait pekerjaan proyek pembangunan talud tersebut oleh CV.Permata Usaha Sama. Dia bilang pemenangnya beralamat di Desa Mangon.

“Kalau tidak salah pemenangnya beralamat di Desa Mangon, nanti saya kasi nomor Kabid SDA Rumsin untuk konfirmasi soalnya yang lebih tau adalah pihak SDA”, ucapnya.

Sementara Kabid Sumberdaya Air (SDA) Dinas PUPR Rusmin saat yang dikonfirmasi Via telpon Rabu (4/12/2019) hanya mengatakan bahwa proyek tersebut kontraktornya berada di Desa Waibau Kecamatan Sanana.
“di kerjakan oleh Awi di waibau,” singkatnya.

Selain itu, Ketua BPD Desa Kou Muhamad Duwila yang dikonfirmasi juga tidak mengetahui Kontraktor dan pengawas proyek talud penahan banjir tersebut.
“Kalau kontraktor dan pengwas saya kurang megetahui,” kata Ketua BPD Kou

Hingga berita ini ditayang pihak kontraktor dan pengawas peroyek talud penahan banjir wai tebi di Desa Kou belum dapat dihubungi oleh media (rs)