sammy badudu pict-750x350

Taufik Fachruddin Untuk Pangkep Dari Lokalisasi Menuju Internasionalisasi

Dalam suatu anekdot pemaparan Visi Misi Calon Bupati sepuluh tahun yang lalu, salah seorang calon ditanya dengan pertanyaan yang sangat sederhana.

“Hendak kemana bapak akan membawa daerah ini?”

Kemudian sang calon menjawabnya dengan sederhana pula

“Daerah ini akan disini saja, saya tidak akan bawa kemana-mana”

Entah benar, entah tidak anekdot diatas, tapi kenyataan yang terjadi di kabupaten kita, memang sepuluh tahun ini tidak kemana-mana.

Potensi Industri Semen terbesar IndonesiaTimur, Puluhan tambang marmer, Lahan pertanian dan perkebunan, tambak serta potensi laut yang telah tersedia seakan-akan tak terasa manfaatnya sehingga Kabupaten dimana darah tertumpah saat kelahiran kita tergolong dalam daerah termiskin di Sulawesi Selatan.

Tentu ini menjadi tanda tanya besar bagi kita, APA YANG SALAH DENGAN DAERAHKU?, apakah daerah yang dikaruniai berbagai macam potensi ini terkena kutukan SUMBER DAYA?.

Kondisi diatas tentu tidak boleh kita biarkan, daerah yang teranugrahi POTENSI TIGA DIMENSI ini harus bangkit dari keterpurukan kemiskinan. Daerah ini harus mendapatkan manager yang mumpuni, bukan lagi yang berwawasan lokalis melainkan yang berwawasan internasionalis.

Kemajuan suatu daerah dapat terwujud jika terjadi interaksi sumberdaya, yang menimbulkan perputaran ekonomi. Oleh karena itu, pemimpin pangkep 2020, harus berwawasan internasional, handal dalam pemasaran potensi daerah untuk menarik investor serta mempunyai kemampuan pengembangan sumber daya manusia dalan mengangkat harkat warga. Dan Insya Allah ciri ini kita jumpai dalam diri Pak TAUFIK.
Selamat berjuang.

Artikel Terkait : Gardu Taufik 2020, “Vertical Sinergity and Investment Opportunity”

Penulis Oleh:

Syamsuddin Badudu Alumni SMANSA PANGKEP 88 Direktur Perusda Konasara Kabupaten Konawe Utara.

Laporan, Ahmad