IMG_20190926_185329-750x400

Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak Diamankan Polisi

MALUKU, RADAR INVESTIGASI.COM – Yanto lelaki berumur (37) tahun yang kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek, kini ditahan di Mapolsek. Waeapo Kabupaten Pulau Buru Akibat perbuatan bejatnya, Kamis (26/9/2019)

Yanto yang dikabarkan sebelumnya tinggal dikos-kosan Kampung Tengah ini membuat gempar masyarakat Kota Namlea atas perbuatan bejatnya, Istri yanto juga tak menduga kalau suaminya bisa melakukan hal demikian.

Kejadian tersebut terjadi di Desa Waekerta, Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru, pada hari Senin 23 September 2019 pukul 18.25 Wit lalu.

Sebelumnya, perbuatan bejat ini bermula saat pelaku melihat korban seorang diri sedang memegang Handphone bermain game. “Sebut saja Adi nama semarang si korban.

Adi merupakan bocah kelas IV SD, berumur 10 tahun menjadi korban pelampiasan nafsu birahinya.

Adi sedang bermain Game disamping kiri rumah Sdr. Sugiarto. Saat bermain game, tiba-tiba bocah ini dipanggil oleh yanto yang merupakan pelaku. Karena kepolosan anak, akhirnya mengikuti ajakan yanto.

Yanto kemudian memangku adi dan membuka celana adi, tiba-tiba pelakupun memegangi kemaluan si anak ini. Setelah itu yanto bertanya kepada korban ” Enak Nggak?” korbanpun menjawab “Enggak”.

Dan kemudian yanto langsung membuka celananya dan menggosok-gosokkan alat (Klmnya) di pantat korban, hingga pelaku menggeluarkan orgasme. Setelah itu pelaku langsung pergi meninggalkan Adi.

Pasca kejadian tersebut, Korban menceritakan peristiwa tersebut kepada orang tuanya. Tak menunggu lama, Ibu korban yang berinisial (SA) langsung mendatangi pelaku.

Pelaku yang saat itu sedang menginstal leptop di rumah Sugiarto. Saat pelaku melihat kedatangan orang tua korban, palaku kemudian panik hendak melarikan diri.

Namun nahas, pelaku langsung di tangkap oleh masa. Melihat peristiwa tersebut, Sugiarto langsung menelpon Bripka Akram Duwilah yang merupakan Bhabinkamtibmas Desa Waekerta. Tak lama kemudian polisi pun datang menangkap pelaku dan langsung diamakan ke Mapolsek Waeapo demi menghindari amukan masa.

Atas kejadian ini keluarga korban berharap agar pelaku dapat dihukum sesuai proses proses hukum yang berlaku. (Adam)