IMG_20191118_221910

Tersangka Kepemilikan Mercuri Sudah Tahap Dua, Polres Pulau Buru Kejar Pelaku Lainnya

Namlea, radarinvestigasi.com – Setelah penyidikan dan penyedikan selama ber bulan bulan, kini, penanganan kasus kepemilikan bahan kimia berbahaya jenis Mercuri sudah masuk tahap dua penanganan Kejaksaan.

IMG_20191118_221410-700x385
Tersangka Pelaku

Kasubag Humas Polres Buru Ipda Zulkifli juga menjelaskan, Mercuri adalah bahan kimia berbahaya yang biasa dipakai oleh para penambang ilegal dan Polres Buru akan tetap mencari dan menelusuri kasus kasus seperti ini.

Dikonfirmasi wartawan, Kasat Reskrim Polres Buru AKP Uspril W.F.,S.Sos.MH mengatakan bahwa, Mercuri yang diamankan oleh anggota Sabhara gabungan anggota Reskrim di KM Dorolonda Selasa,17.09.2019 lalu bejenis air perak.

“Jumlah barang bukti 60 kg air perak yang diisi didalam 5 tas dan 3 koper. Pelaku adalah seorang perempuan berinisial JA, kasus ini sudah masuk tahap dua Kejaksaan, ungkapnya. Senin (18/11/2019)

Kasat reskrim menambahkan bahwa pelaku tidak melakukannya sendiri, akan tetapi masih ada beberapa orang juga yang membantu melakukan tindak pidana tersebut.

“Mereka telah ditetapkan sebagai DPO,” tambahnya

Kita tetap memproses dan mencari pihak pihak yang mendatangkan maupun yang membantu memasukan dan mengirimkan barang tersebut, tegasnya.

“Polres Buru akan tetap mencari dan menelusuri kasus kasus seperti ini. Saat ini tidak ada lagi aktifitas pertambangan emas ditambang Pulau Buru, seperti Gunung Botak, Gunung Nona dan Gogorea, maka dari itu, bahan bahan kimia yang dulu masih disimpan, mereka berusaha membawa untuk dijual ke daerah lain, Pungkas Kasat Reskrim. (Adam’s)