IMG_20200108_111055-700x375

Tidak Ikut Sumpah Jabatan, Buhari Nilai Pelantikan Pejabat di Intervenesi

Kepsul, Radar Investigasi – Pelantikan jabatan eselon II, III dan IV di Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) tidak berjalan dengan baik.

Pasalnya, disaat nama-nama yang mau dilantik sementara masih dibaca, salah satu PNS senior Buhari Buamona langsung keluar dari barisan bahkan tidak mengambil sumpah jabatan.

Buhari yang di masa Ahmad Hidayat Mus (AHM) telah ulang-ulang kali duduk di jabatan kepala dinas, namun kali ini dia dilantik sebagai kepala bidang di Dinas Pariwisata Kepsul.

Selama masa kepemimpinan Hendrata Thes, Buhari bisa dikatakan telah menjadi anak tiri di negeri sendiri. Dia di nonjob, di mutasi ke tempat-tempat yang sangat tidak sesuai dengan golongannya.

Pada pelantikan terakhir ini, Buhari mendapati undangan pelantikan. Dia hadir bersama istrinya, kemudian ketika namanya dipanggil dibacakan jabatan yang telah diberikan, raut wajahnya sudah mulai tidak enak. Belum sempat mengambil sumpah jabatan, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) itu langsung keluar dari barisan.

“Saya rasa ini satu penghinaan terbesar. Mereka permalukan saya di depan banyak orang,” kata Buhari saat ditemui awak media dihalaman kantor Bupati Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara, Selasa (7/1/2020).

Mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Kepsul ini mengatakan, nama-nama dilantik hari ini, adalah hasil pertemuan dan inintervensi dari salah satu pendeta dan Ketua DPRD Kepsul Sinaryo Thes yang juga adalah adik kandung Bupati Hendrata Thes.

“Ini hasil Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) ataukah hasil Sinaryo dengan pendeta baru usul ke Bupati. Jadi yang ada di sini cuma ikut-ikut saja. Bagian Kepegwaian sangat lemah. Saya tidak kecewa, jabatan ini kehendak Allah. Tapi negeri ini kita punya,” semprotnya.

Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) meminta terima kasih ke Hendrata Thes, dan tim Baperjakat. Dia sudah hargai undangan karena memang dia adalah ASN murni.

“Saya iklas. Biar saja, karena ini memang rezim mereka. Tapi kalau birokrasi seperti ini, maka selamanya akan tetap rusak. Yang namanya promosi itu tidak dipanggil dan diatur-atur,” tegas Buhari.

Tentu, lanjut Buhari, sangat tidak logis kalau orang-orang yang menjadi bawahannya kemudian bisa duduk di kepala dinas baru dia jadi kepala bidang.

“Memang saya tidak marah, tapi saya sakit karena negeri ini kita punya. Masa orang lain saja bisa dapat jabatan kepala, sementara saya anak negeri. Kurang saya apa,” kesalnya.(Rs)