Tim Gugus Covid-19 Tual Bersama DPRD dan Muspida Gelar Rakor, Ini Yang Dibahas

Tual. Tim Percepatan Penanganan Gugus Tugus COVID-19 kota tual menggelar rapat koordinasi dalam rangka persiapan tim untuk menangani penumpang KM Leuser pada tanggal 9 april dan KM Ngapulu 14 April 2020.

Dikatakan, dalam pertemuan tersebut Ketua DPRD kota tual Alan Borut mengusulkan agar upaya-upaya konkrit teknis penanganan para perjalanan yang akan tiba, Tim dapat mempertimbangkan aspek kenyamanan penumpang dalam artian, memperketat penumpang dengan memperhatikan yang tidak punya tiket dan KTP sehingga meminimalisir jumlah orang yang akan masuk di kota Tual.

Selain itu, ketua DPR berpesan agar media juga berperan penting dalam memberikan informasi-informasi real dan sekaligus informasi yang dapat menenangkan masyarakat yang sedang dilanda kepanikan akibat penyebaran COVID-19.

DANLANUD mengusulkan agar sekiranya masyarakat di daerah ini harus dibekali dengan masker, karena selain menjaga jarak, masker juga efektif dalam pencegahan.

KODIM juga membantu dengan arahan DANDIM bahwa, para BABINSA untuk ikut mencari informasi di setiap desa dusun, RT/RW, kelurahan terkait setiap anggota keluarga yang nantinya tiba dengan KM Leuser dan Ngapulu agar betul-betul memperoleh data real sesuai dengan jumlah penumpang

KABAG OPS yang mewakili KAPOLRES mengusulkan penambahan Armada dan untuk melibatkan armada-armada yang besar sehingga proses evakuasi berjalan cepat. Selain itu, usulan untuk posisi kapal sandar bertepatan dengan lokasi turun sehingga tidak jauh dari tangga dan langsung dipisahkan penumpang dari kabupaten dan kota dan diatur lebih teknis agar tidak terjadi antrian panjang.

Untuk Usulan dari pihak pelabuhan disediakan tenda sehingga antrian saat penumpang turun tidak merasa kepanasan atau kehujanan mengingat cuaca saat ini dan kondisi pemeriksaan yang mengharuskan antrian.

Selain itu, usulan lain dari pelabuhan yakni, penumpang yang turun diatur agar semua tidak sekaligus turun tetapi ada petugas dari darat naik melakukan pengamanan sehingga penumpang yang turun sudah dibatasi dari atas kapal dan setelah pemeriksaan dan penumpang sudah ke kendaraan baru dilepas sehingga tidak terjadi antrian panjang

Dari pihak PT. PELNI Cabang tual berjanji akan memberikan data real sesuai dengan jumlah orang yang berada dalam kapal.

Semua masukan dari para Tim COVID-19 ditanggapi serius oleh walikota tual Adam Rahayaan dan akan ada rapat lanjutan menjelang kedatangan kapal.

Sesuai dengan arahan walikota bahwa semua unsur yang dilibatkan termasuk camat, lurah, kepala desa dusun, RT/RW diarahkan ke LPTQ sehingga penumpang akan didata per kecamatan, kelurahan, desa dusun dan RT/RW sehingga masing-masing aparatur bisa langsung mengawasi masyarakatnya sendiri.

Jika ada penumpang karantina mandiri langsung bisa diawasi dan ditanda tangani.Selain oleh pelaku perjalanan, ditanda tangani juga oleh apratur yang telah ditentukan.

Rahayaan berharap, masyarakat dapat pro aktif untuk melaporkan anggota keluarga yang datang lewat semua unit termasuk aparatur desa dusun, RT/RW maupun di sekretariat gugus tugas yang sudah disebar.

Serta diharapkan semua pihak saling mendukung dalam rangka upaya melayani dengan baik pelaku perjalanan

Hasil rapat koordinasi Tim COVID-19 ini disampaikan oleh Muchsin Ohoiyuf Juru bicara Tim, kepada Wartawan di ruang kerjanya 8/4/20.” (TIM)