IMG_20191127_130652-700x385.jpg

Turnamen Sepak Bola Pemerintah Aceh Bak Pertandingan “Didalam Hutan”, Kambing Ikut Main?

Aceh Timur, Radar Investigasi – Hanya sekitar 100 orang yang hadir di Stadion Mon Sikureung Idi Rayeuk. Padahal, di stadion Mon sikureung yang sedang berlangsung Turnamen Sepak Bola Pemerintah Aceh itu bisa menampung penontong lebih kurang sekitar 3000 orang.

IMG_20191127_130715-700x385.jpg

Piala pemerintah Aceh yang lagi berlangsung di stadion Mon Sikureung itu di duga di buat Asal Jadi, soalnya
dalam pertandingan yang berlangsung hampir sampai semi final Spanduk di buat hanya sedikit, Bendera Pair Play tidak ada, Boards Board atau Papan Score tidak berfungsi, anak gawang pun tidak ada.

Hendra Salah satu masyarakat mengatakan, sangat di sayangkan Turnamen Sepak Bola Pemerintah Aceh bagaikan main di “Dalam Hutan”. Pasalnya, sampai saat ini tetap saja stadion tampak sepi. Bangku penonton terlihat banyak yang kosong.

“Di babak-babak awal, penonton lebih sepi lagi. Bahkan, kadang hanya beberapa wartawan yang menempati tribun penonton,” ujar Hendra.

Hendra menduga, hal ini disebabkan kurangnya promosi dan panitia di duga kurang profesional dalam turnamen piala pemerintah Aceh ini.

“Saya yakin, tidak banyak yang tahu turnamen ini. Padahal, uang transportasi pemain di duga per Tim 5.000.000,” ungkap Hendra.

Ironisnya, disaat pertandingan berlangsung, kambing sempat masuk ke dalam lapangan selama 5 menit, panitia sudah di teriak teriak sama penonton tapi mereka diam saja selama 5 menit, lalu kambing itu di usir juga, malah ada satu penonton mengatakan piala pemerintah Aceh hadiahnya kambing yang lagi ada di lapangan.

IMG_20191127_130739-700x385.jpg

Aneh tapi nyata kenapa pertandingan TARKAM lebih meriah dan ramai penonton dari pada piala pemerintah Aceh, Piala Tarkam tidak ada masuk kambing ke lapangan tapi kenapa piala pemerintah Aceh bisa masuk kambing ke lapangan.?

Salah satu panitia Turnamen Pemerintah Aceh saat di konfirmasi wartawan ini mengatakan, kami lagi pusing sampai saat ini belum ada uang.

Menurut Hendra turnamen piala pemerintahah Aceh kali ini memang sepi penonton.

“Berbeda ketika kami mengadakan turnamen Tarkam di daerah-daerah. Penonton selalu penuh dan spanduk banyak terlihat tapi piala pemerintah Aceh seperti main di hutan,” pungkasnya. (Iwan)