IMG_20191225_104220-700x450

Warga Menilai, Pekerjaan Pipa Line PT IWIP Terkesan Dipaksakan

Halteng, Radar Investigasi.com – Warga menilai pekerjaan pipa line milik Pabrik PT IWIP yang kini menjadi polemik dikalangan masyarakat Desa Lelilef Sawai dan Lelilef Woebulen Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah terkesan dipaksakan manajemen untuk dilewatkan dalam desa itu.

Warga menyebutkan, sebelumnya warga masyarakat setempat telah memberikan pembebasan lahan garapan yang terletak dibelakang desa untuk pembangunan pipa line tersebut.

“Namun, belakangan ini pihak manajemen ngotot agar pipa line milik pabrik melintasi dalam desa, ada apa,” kesal Wahab Nurdin warga setempat kepada awak media Selasa, (24/12/2019)

Lebih miris lagi kata dia, pekerjaan pipa line pabrik terkesan dipaksakan manajemen agar bisa masuk di dalam desa. Bahkan diduga sampai – sampai pihak manajemen menggelar rapat yang dinilai tertutup dengan Pemerintah Daerah Senin, (23/12/2019) kemarin di ruang rapat Bupati,” tandasnya.

Wahab menambahkan, pembebasan lahan garapan warga untuk pembangunan pipa line sudah diberikan, tetapi pekerjaan pembangunan pipa line tidak di kerjakan dilokasi yang sudah dibebaskan itu. Sebenarnya ada apa, apakah kami (rakyat) mau diusir secara perlahan oleh manajemen asing ini atau gimana, ujarnya.

Ditempat yang sama sejumlah warga yang hadir saat itu bersama Camat Weda Tengah menghimbau kepada Pemerintah Daerah agar tidak memaksakan pipa line tersebut, sebab jika berdampak bukan Pemerintah Daerah tetapi lagi – lagi masyarakat yang kena imbasnya,” imbau Maudul Muhammad.

Terkait dengan sosialisasi pipa line tersebut, Camat Weda Tengah M Risky Hasyim pun angkat bicara bahwa saat itu, dirinya dikagetkan dengan beberapa alat berat yang sudah di sekitaran Kantor Camat, alat berat itu dalam rangka melakukan penggalian tetapi warga masyarakat komplain karena jauh sebelumnya warga telah menyerahkan lahan garapan mereka dibelakang desa untuk pembangunan pipa line tersebut.

“Saat itu pihak perusahaan mau menggelar sosialisasi hanya saja warga tetap menolak pipa line itu agar tidak bisa masukan dalam desa,” jelas Camat.

Terpisah, Agnes Megawati Bagian Humas PT IWIP dikonfirmasi Selasa, (24/12/2019) pukul 21.55 WIT hingga pukul 23.00 WIT kemarin sampai saat ini 25/12/19 belum memberikan tanggapan meskipun pesan watshapp telah bertanda dua centang saat di konfirmasi via watshapp. (LL)