Nunukan, radarinvestigasi.com – Masyarakat Kabupaten Nunukan khususnya di beberapa lingkungan sekolah dan tempat umum yakni Alun-alun Nunukan, akhir-akhir ini dihebohkan dengan tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh seseorang yang misterius.

Beberapa informasi disampaikan oleh masyarakat, pelajar bahkan guru di lingkungan sekolah yang menjadi korban pornoaksi tersebut. Sejumlah keluhan tertulis di media sosial meminta tanggapan pihak berwenang untuk menindaklanjuti perilaku tidak senonoh yang meresahkan itu.

Salah seorang Guru di SMPN 1 Nunukan Selatan dengan Nama Akun, Angga Passakanawang menuliskan, “Mohon ijin Pak Berlin Wsb, diteruskan ke yang berwenang. Sekiranya bisa diamankan orang itu”, tulis Angga Passakanawang di berandanya dengan menandai salah satu anggota Polri, AKP I Eka Berlin dengan jabatan Kepala Polsek KSKP yang cukup dikenal masyarakat Nunukan.

Dalam tulisannya, Angga Passakanawang melanjutkan, “Siang tadi, sekira pukul 12.10, heboh di sekolah tempat saya bekerja (SMPN 1 NUNUKAN SELATAN). Seorang laki-laki memakai helm dan masker. Tiba-tiba berhenti di kerumunan anak sekolah perempuan. Buka celana dan behhhh onani. Sontak anak-anak panik. Melapor ke guru. Saya yang mendengar berita dari teman guru langsung melihat ke gerbang. Tapi, orang itu sudah tidak ada. Sepertinya terlambat”, ujarnya memberi informasi melalui medsos.

Saat dihubungi, Akun Angga Passakanawang dengan nama asli Muhammad Gazali Idrus yang merupakan guru IPA SMPN 1 Nunukan Selatan, Jalan Kampung Baru Selisun, pada Selasa 6/3/2019 menjelaskan, “Kejadiannya pas di depan gerbang sekolah. Sekitar jam 12.00 lewat. Waktu anak-anak kelas 7 menunggu giliran masuk siang. Helm Nya tertutup. Soal masker itu kurang jelas pakai atau tidak. Intinya mukanya tidak kelihatan”, terangnya.

Perbuatan pelaku sangat meresahkan masyarakat, terlebih usai melakukan perbuatannya, pelaku langsung melarikan diri sehingga minim saksi yang mengenali pelaku. Pelaku diduga telah dengan sengaja mempertontonkan atau menunjukkan kemaluannya yang dirinya onani dengan dengan genggaman tangan kanannya kepada orang lain atau khalayak yang mayoritas adalah perempuan dan anak perempuan.

Usai melakukan perbuatan asusila tersebut dan berhasil melarikan diri pelaku diduga merasakan kepuasan bathin tersendiri, dan hal tersebut lah yang mengakibatkan pelaku terus menerus mengulangi perbuatannya.

Aparat kepolisian setempat dengan sigap tanggap langsung menanggapi informasi yang beredar. Dari hasil penyelidikan intensif, pelaku diamankan di rumahnya pada Rabu 6/3/2019 sekira pukul 12.00 Wite dan sedang menjalani pemeriksaan terkait kejiwaan pelaku.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/47/III/2019/kaltara/Res Nunukan, pada 6/3/2019, pelaku yang diketahui bernama Ahmad M. Tamin alias Amat (31) merupakan pengangguran yang berdomisili di Jalan RE. Marthadinta, Kelurahan Nunukan Utara.

Dijelaskan oleh Teguh, Pelaku tersebut diduga adalah orang yang stress, sehingga setelah pelaku diamankan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan mendalam terkait kejiwaannya.

“Laporan anggota, orangnya (pelaku) stress, namun untuk merespon masyarakat, tetap akan kami sidik. Jika memang terbukti gila setelah pemeriksaan psikiater, akan kami rekom ke RSJ, tapi kalau waras maka akan kita lanjut ke peradilan”, ujarnya saat dihubungi jurnalis media ini.

Adapun barang bukti yang ikut diamankan kepolisian, 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam KU 2108 NB, sebuah helm Hitam, sebuah kaos warna abu abu, sebuah celana pendek jeans.

AKBP Teguh Triwantoro, S.I.K, menerangkan, Setiap orang yang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).

Korban di lingkungan sekolah, selain SMPN 1 Nunukan Selatan, dari hasil penelusuran jurnalis media ini, beberapa hari sebelumnya, SMAN 2 Nunukan juga pernah mengalami peristiwa serupa. Dalam kurun waktu Februari 2019 sampai 5/3/2019, perbuatan asusila pelaku dilakukannya pada 6 tempat yang berbeda yakni ;

1. Pasar Pagi (awal Februari 2019, sekira pukul 11.30 Wite)
2. Pasar Pagi (akhir Februari 2019, sekira pukul 11.30 Wite)
3. Jalan TVRI (Jumat 1/3/2019, sekira pukul 15.30 Wite)
4. Jalan Angkasa (Sabtu 2/3/2019, sekira pukul 17.00 Wite)
5. Jalan Pantai Regost (ahad 3/3/2019, sekira pukul 13.00 Wite)
6. Pintu Gerbang SMPN 1 nusa Jl. Kp Baru selisun, Kelurahan Nunukan Selatan (selasa 5/3/2019 sekira pukul 11.30 Wite). (Syah)