Warga Sebut : Proyek Jalan Di Sambera Bukan Semenisasi Tapi Pasirnisasi

Marangkayu, radarinvestigasi.com – Kegiatan semenisasi jalan di RT VI Sambera Baru Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kertanegara dianggap bukan Semenisasi tapi pasirnisasi

Pasalnya, proyek jalan yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten Kutai Kertanegara tahun 2019 diduga dikerjakan tidak sesuai RAB sehingga hasilnya pun dikwatirkan tak akan bertahan lama

Hal tersebut disampaikan salah seorang warga Sambera Baru Nonci (42) saat ditemui di lokasi proyek peningkatan jalan Dusun Manunggal Jaya RT VI beberapa waktu lalu

“Ini bukan semenisasi tapi hanya pasirnisasi dan koralnisasi,”kata Nonci. 4/2/2020

“Gimana mau bertahan lama kalau cara kerjanya seperti ini baru sebulan aja sudah kelihatan semua koralnya karena kebanyakan pasir daripada semen,”ungkapnya

Nonci berharap, semestinya pihak yang terkait dengan proyek wajib memperhatikan kwalitas pekerjaan jangan asal jadi dan cuma mengejar keuntungan semata sementara masyarakat yang dirugikan,” harapnya

Nonci juga berharap, pihak konsultan proyek untuk lebih aktif mengawasi pekerjaan dilapangan agar kwalitas pekerjaan bisa sesuai yang diharapkan

“Konsultan proyek harusnya turun kelapangan berikan contoh atau petunjuk bagaiman cara kerja yang baik jangan ada pembiaran akhirnya pekerjaan tidak sesuai anggarannya, lebih banyak yang tinggal dananya daripada yang digunakan,”kata Nonci

“Beginilah jika kurang pengawasan, beberapa proyek khususnya di Sambera ini di duga dikerjakan tidak sesuai RAB dan asal jadi, ini bisa dilihat dari cara kerja mereka dan hasil kerjaan, bahkan plan proyek pun sudah tidak terpasang entah kemana sudah,”pungkasnya

Dikonfirmasi secara terpisah kontraktor pelaksana proyek semenisasi peningkatan jalan Dusun Manunggal Jaya RT VI Sambera diketahui bernama Edi  menyampaikan, masalah kwalitas pekerjaan yang lebih mengetahui adalah pihak Kecamatan dan konsultan

“Terkait masalah kwalitas pekerjaan kami silahkan ke Kecamatan dan konsultan karena mereka yang menentukan baik tidaknya hasil kerjaan kami,” ujar Edi

Edi menjelaskan bahwa meskipun dirinya selaku kontraktor tapi yang mengerjakan dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan adalah pelaksana dilapangan

“Kami hanya menyuplai material yang mereka butuhkan, kalau pun hasilnya tidak sesuai itu urusan pelaksana dilapangan dan pihak Kecamatan karena telah diverikasi,”ungkap

“Besaran anggaran yang digunakan dan bagaimana hasilnya pekerjaan tersebut silahkan ke Kecamatan,”tutupnya

Sampai berita ini dirilis belum didapatkan keterangan dari pihak kecamatan dan konsultan (Ar)